Beat the rise! Delivery fees are going up soon. INFO

Close Notification

Your cart does not contain any items

Percakapan di Meja Redaksi

Di Antara Kecepatan, Tekanan, dan Kebenaran

Donny Turang

$21.95   $19.43

Paperback

Not in-store but you can order this
How long will it take?

QTY:

Indonesian
Donny Turang
12 April 2026
Percakapan yang Tidak Pernah Selesai

Ruang redaksi tidak pernah benar-benar sepi. Bahkan ketika layar meredup dan keyboard berhenti berbunyi, pikiran orang-orang di dalamnya tetap bekerja - menimbang, memilih, mempertanyakan. Itulah dunia yang melahirkan buku ini.

Percakapan di Meja Redaksi - Di Antara Kecepatan, Tekanan, dan Kebenaran: bukan buku teks jurnalisme. Ia tidak hadir dengan rumus, tidak menawarkan panduan langkah demi langkah. Ia hadir dengan sesuatu yang lebih sederhana sekaligus lebih jujur: percakapan. Obrolan nyata antara dua wartawan - tentang dunia yang sama-sama mereka cintai, dan sama-sama mereka saksikan berubah dengan kecepatan yang kadang sulit diikuti.

Buku ini berawal dari sebuah percakapan sederhana - dua sahabat, dua cangkir kopi, dan satu rencana yang terdengar biasa saja: membuat sebuah website. Tidak ada yang terasa istimewa saat itu. Hanya obrolan ringan yang mengalir di sela waktu, seperti banyak percakapan lain yang sering lewat tanpa sempat diingat.

Sampai beberapa waktu kemudian, sebuah telepon masuk. Dari seorang sahabat lain - wartawan lama yang kini mengelola portal berita digitalnya sendiri. Dari kunjungan sederhana itulah percakapan panjang dimulai. Percakapan yang kemudian mengalir dari satu meja ke meja lain, dari satu cangkir kopi ke cangkir berikutnya, menyentuh hampir semua hal yang membuat jurnalisme di era digital terasa sekaligus menggairahkan dan melelahkan.

Di sini Anda akan menemukan pergulatan tentang kecepatan - bagaimana redaksi digital kini berlari bersama detik, bukan lagi bersama edisi, dan apa yang dikorbankan dalam lomba tanpa garis akhir itu. Tentang judul berita yang harus menarik tanpa menipu, menggoda tanpa menyesatkan - dan bagaimana godaan clickbait diam-diam mengikis kepercayaan yang dibangun bertahun-tahun.

Anda juga akan menemukan perdebatan tentang berita viral versus berita penting - dua hal yang seharusnya sejalan, tetapi di era algoritma sering berjalan berlawanan arah. Tentang SEO yang dianggap ketinggalan zaman namun diam-diam masih menentukan apakah sebuah berita bisa ditemukan atau hilang begitu saja di lautan informasi.

Buku ini juga berbicara tentang netizen dan kolom komentar - ruang publik paling jujur sekaligus paling berisik yang pernah ada. Tentang algoritma yang diam-diam ikut duduk di rapat redaksi, membaca pola tanpa pernah memahami tanggung jawab. Tentang iklan yang menopang napas media namun kadang menggeser kompas idealisme secara perlahan dan hampir tak terasa.

Dan pada ujungnya, buku ini berbicara tentang hal yang paling rapuh sekaligus paling menentukan dalam jurnalisme: kepercayaan publik - mata uang yang tidak bisa dicetak sendiri, hanya bisa diperoleh melalui kerja yang jujur, konsisten, dan terkadang sepi dari pengakuan.

Di antara semua pergulatan itu, buku ini tidak lupa pada sisi yang paling manusiawi: kelelahan. Burnout yang jarang masuk headline. Wartawan yang terbiasa menulis tentang tekanan orang lain, tetapi lupa membaca kelelahan dirinya sendiri.

Buku ini ditulis untuk siapa saja yang pernah atau sedang berada di dalam dunia itu - wartawan yang merasakan sendiri bagaimana profesi ini berubah wajah tanpa pernah benar-benar berganti jiwa. Untuk mahasiswa yang baru mengenal jurnalisme dengan semangat yang belum terkikis rutinitas. Dan untuk masyarakat luas yang setiap hari mengonsumsi berita, tetapi mungkin belum pernah membayangkan apa yang sesungguhnya terjadi di balik layar sebelum berita itu sampai ke tangan mereka.

Tidak ada kesimpulan besar di sini. Tidak ada resep ajaib untuk menyelamatkan jurnalisme. Yang ada hanyalah percakapan - percakapan yang, seperti jurnalisme itu sendiri, tidak pernah benar-benar selesai.

Selamat membaca.
By:  
Imprint:   Donny Turang
Dimensions:   Height: 216mm,  Width: 140mm,  Spine: 4mm
Weight:   91g
ISBN:   9798235145351
Pages:   70
Publication Date:  
Audience:   General/trade ,  ELT Advanced
Format:   Paperback
Publisher's Status:   Active

Donny Turang lahir di Manado dan besar di Tomohon, Sulawesi Utara - dua tempat dengan karakter yang berbeda, tapi sama-sama meninggalkan jejak: laut yang terbuka, dan pegunungan yang tenang. Ia memulai karier jurnalistiknya sebagai wartawan lapangan di era ketika koran masih menjadi raja informasi, dan deadline masih berbau tinta. Dari lapangan, ia menapaki berbagai posisi redaksional-redaktur, redaktur pelaksana, hingga wakil/pemimpin redaksi di sejumlah koran harian dan portal berita. Ketika era digital datang mengubah lanskap media, ia tidak memilih nostalgia. Ia belajar ulang. Mendirikan portal berita, memahami algoritma, mengutak-atik SEO, bahkan menyentuh dunia coding-membuktikan bahwa wartawan lama pun bisa beradaptasi, meski kadang sambil tersenyum kecut. Sebagai jurnalis, ia dinyatakan Kompeten pada jenjang Jurnalis Utama dengan Sertifikat Dewan Pers, melalui Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) yang diselenggarakan oleh AJI Indonesia Kota Manado. Kepercayaan komunitas jurnalis terhadap integritasnya tercermin dari sejumlah peran penting: pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Etik AJI Indonesia Kota Manado, dan Ketua Dewan Etik AMSI Sulawesi Utara-dua posisi yang tidak sekadar administratif, melainkan menuntut keberanian untuk menjaga batas, bahkan ketika batas itu tidak populer. Kini, Donny aktif menulis. Bukan sekadar menyampaikan informasi, tetapi merangkai pengalaman menjadi refleksi-tentang jurnalisme, perubahan zaman, dan hal-hal kecil yang sering luput tapi justru menentukan arah. Tulisan-tulisannya hadir dengan gaya ringan, observatif, dan sesekali jenaka-seperti percakapan yang tidak terasa menggurui, tapi diam-diam meninggalkan bekas. Buku ini adalah salah satu bukti sederhana: bahwa wartawan yang baik tidak hanya tahu cara menulis berita, tetapi juga tahu kapan harus berhenti... dan mulai bercerita. Ikuti Donny Turang di: Facebook: Donny Turang LinkedIn: Donny Turang Twitter/X: @Don

See Also